Friday, February 4, 2011

Aku Ingin Bahagia (Inspirasi Menggapai Kebahagiaan Hidup)

Banyak orang yang hingga masa tua usia mereka, masih merasa belum mampu mencapai kebahagiaan hidup, tidak hanya untuk bisa menjalani hidup bahagia bersama orang-orang yang mereka kasihi, namun juga untuk bisa menggapai kebahagiaan hidup bagi diri mereka sendiri.

Dalam benak pikiran sejumlah besar orang, menggapai kebahagiaan hidup bagaikan sebuah mimpi yang tak pernah usai karena terasa sulit untuk diwujudkan, meskipun telah dilakukan berbagai upaya bisa menggapai impian (yaitu : hidup bahagia).

Cerita kehidupan yang bertutur tentang hidup bahagia, hanyalah sebatas angan. Seseorang seakan “dipaksa” untuk menerima dengan sikap pasrah segenap alur kehidupan yang telah tercipta / dijalani, yaitu dengan membangun opini publik (menyatakan hidup mereka bahagia), agar perasaan “belum merdeka” dari berbagai tekanan hidup, tidak nampak dan menjadi soroton atau bahan perbincangan orang lain.

Mereka seakan-akan sudah cukup puas dengan kualitas hidup maupun kemampuan ekonomi yang “apa adanya” saja. Sedangkan sejumlah orang lainnya, justru aktif menutupi segenap keadaan yang tidak menentu agar jalan kehidupan mereka “terlihat cantik”, meskipun hanya diluarnya saja.

Pada sisi yang lain, tidak sedikit orang yang justru beradaptasi dengan cerita kehidupan yang penuh dengan sandiwara agar suasana hati dan kondisi hidup mereka yang sesungguhnya tidak sepenuhnya berbahagia (atau ternyata memang benar-benar tidak bahagia) serta telah mengganggu / menyusahkan hati dan pikiran mereka, agar tidak terlihat orang lain, seakan-akan segala sesuatunya baik-baik saja.

Kedua keadaan tersebut tentu saja bukanlah suatu keadaan yang benar-benar ingin mereka jalani. Hidup yang penuh dengan sandiwara atau membohongi diri sendiri, mereka lakukan / jalani agar mereka tidak mendapatkan malu dihadapan orang lain, khususnya dari orang-orang yang mengenal mereka.

Tidak salah kiranya kalau kemudian disebutkan, hidup yang berbahagia merupakan bagian dari pilihan jalan hidup bagi setiap insan manusia, tanpa terkecuali.

Hidup yang berkembang, terus bergerak maju / mengalami peningkatan, yang ditandai dengan adanya sejumlah mimpi yang terwujud, merupakan sebuah keadaan yang seharusnya terjadi dalam kehidupan.

Akan tetapi, bagi sejumlah orang, keadaan tersebut sulit untuk diwujudkan / dirasakan, sehingga pada akhirnya mereka menghadirkan berbagai alasan yang dianggap dapat membenarkan situasi / keadaan yang sesungguhnya tidak ingin mereka lalui atau mereka rasakan saat ini.

Inspirasi kemajuan hidup hanya berlaku sebagai victim, karena tak mampu diterjemahkan, dikelola serta diolah untuk bisa menjadi sebuah victory (keberhasilan hidup yang mendorong terciptanya kebahagiaan hidup).

Padahal, keadaan tak mampu berbuat lebih, hanya akan menghadirkan pandangan-pandangan skeptis orang lain semakin mengemuka, layaknya sebuah ungkapan lama yang mengatakan : “Kalau segenap usaha mereka bisa membuat mereka meraih kebahagiaan hidup, kenapa Anda tidak bisa melakukan hal yang sama?”

Sebuah keberhasilan hidup adalah sesuatu hal yang harus dikejar dan diproyeksikan untuk bisa menjadi kenyataan. Oleh sebab itu, segenap daya upaya untuk menggapai kebahagiaan hidup, tidak diletakkan sebagai sebuah beban, namun sebagai sebuah proses perjalanan kehidupan yang memang harus dilalui.

Apabila ingin merasakan kebahagiaan hidup, buang jauh-jauh segenap sikap pesimis dan tetap terlena dengan keadaan yang tak menentu, dengan do something.

Dalam kerangka berpikir sederhana, adanya sejumlah hambatan ketika ingin meraih kebahagiaan hidup, selayaknya diterjemahkan sebagai : you need to work hard and must have planning for your life.

Menghadirkan resolusi kehidupan (yang diusahakan agar bisa terwujud) dalam periode waktu tertentu, merupakan sebuah langkah tepat, terutama untuk menepis adanya anggapan : kemajuan hidup hanya berlaku bagi orang-orang tertentu saja. Awali dengan menghadirkan resolusi-resolusi sederhana, yang secepat mungkin bisa diraih, hingga pada akhirnya membuat suatu resolusi kehidupan dengan target : tergapainya suatu puncak pencapaian tertinggi.

Ubahlah dimensi pemikiran yang hanya terbatas dengan pada sikap cukup puas dan pasrah menerima keadaan sekarang, akan tetapi tetap terus menghadirkan sebuah tekad (komitmen diri) untuk hidup maju, dan tak berhenti membangun serta memompa rasa percaya diri, dimana kedua hal tersebut, bisa memacu semangat serta etos kerja dalam menggapai mimpi, cita-cita, serta harapan.

Hindari adanya sikap iri yang bisa menggelapkan mata hati, namun kembangkan keinginan untuk bisa membangun diri agar dapat tampil lebih baik, dengan melihat / mencontoh upaya-upaya terukur dari orang-orang yang telah berhasil dan hidupnya dipenuhi oleh rasa bahagia.

Sedangkan pada sisi yang lain, kebahagiaan hidup juga dapat diraih apabila kita dapat mengembangkan sikap toleransi dan menghargai orang lain, sehingga kita tahu, sebuah iklim kebersamaan yang dibangun secara sehat, akan mampu menghadirkan kebahagiaan hidup seperti yang diinginkan.

Namun, hal yang paling penting untuk dilakukan agar diri ini dapat berbahagia : berusahalah untuk dekat pada TUHAN, karena TUHAN adalah sumber inspirasi kehidupan yang bisa menghadirkan kebahagiaan hidup dan rasa sukacita yang tak terkira indahnya.

Kesuksesan memang tidak terjadi dengan sendirinya, akan tetapi dilalui melalui tangga pencapaian keberhasilan hidup secara berjenjang, yang bisa dicapai apabila setiap insan manusia tak jemu-jemu berdoa pada TUHAN dan bekerja keras untuk menggapai impian, yaitu merasakan kebahagiaan hidup yang sesungguhnya.

Menggapai kebahagiaan hidup memang membutuhkan kerja keras. Oleh sebab itu tidak salah kiranya kalau dikatakan, segenap upaya menggapai kebahagiaan hidup adalah sebuah pilihan, karena kebahagiaan hidup adalah sebuah proses yang tercipta karena kita memiliki keinginan kuat untuk hidup bahagia dengan bekerja keras dan mengembangkan sikap toleransi, melupakan segenap ego serta kekerasan hati.


.Sarlen Julfree Manurung

No comments:

Post a Comment